Aku tak berharap akan berpisah denganmu dengan cara seperti ini. Tapi tekadku begitu tegas dan bahkan aku sendiri tak bisa menyaksikannya. Bukan, bukannya aku ingin melupakanmu. Bagaimana mungkin, kau adalah yang tebaik dalam hidupku. Kau yang menyunggingkan senyum di wajahku. Kau juga yang menghapus air mata dari kedua pipiku. Tapi aku tak bisa lebih lama lagi bersamamu, karena aku mencintaimu…
Rama berhenti melangkah. Wajahnya tetap panik kebingungan. Rama yang bisa mengendalikan diri bila menghadapi keadaan apa pun terkait dirinya ataupun urusan kerajaan negeri Ayodya atau kisut keadaan Pesanggrahan Dandaka sekalipun, ternyata tetap rapuh menghadapi kenyataan bahwa siang itu dia telah kehilangan istrinya entah kemana. Rama mulai sadar bahwa dia terlalu melihat sepele urusan kebersam…
Novel kisah nyata ini tak hanya mengisahkan perjalanan seorang anak dusun, tapi juga mengungkap jiwa tidose secara luas